Ketika kita berpikir tentang neon, kita berpikir tentang lampu iklan warna-warni yang menunjukkan nama toko atau restoran. Tetapi sebenarnya, neon hanya menghasilkan cahaya merah oranye. Gas-gas lain, seperti merkuri atau sodium digunakan untuk membuat warna menyala lainnya. Di Las Vegas atau Jakarta, jalanan berkilauan dengan barisan gas-gas dalam wadah, merayu para turis ke kasino dan mendengar bintang panggung menyanyi.
Karena neon berada di udara di sekeliling kita, pada saat ini juga, kamu mungkin menghirupnya sangat sedikit. Tetapi jangan cemas, dalam satu galon udara, hanya ada sedikit sekali neon untuk dimuat ke dalam biji bunga sesawi. Untuk memisahkan neon dari udara selebihnya, udara harus diubah menjadi zat cair.

Jika kamu melihat setabung neon cair dingin, kamu akan melihat bahwa itu bening dan tidak berwarna, jelas-jelasbukan merah terang. Lalu bagaimana neon bisa begitu merah di lampu iklan?
Gas neon yang terjebak dalam lampu iklan itu terdiri dari bermilyar-milyar atom neon. Masing-masing atom neon memiliki 10 elektron mengobit pusatnya. Tabung gas itu dihubungkan di kedua ujungnya dengan sirkuit listrik. Ketika lampu dinyalakan arus listrik mengalir sepanjang tabung. Elektron-elektron berlompatan dari atom ke atom dalam arah yang sama. Atom-atom neon pun mengalami eksitasi (bergejolak) ketika elektron-elektronnya mendapat semburan energi, agak mirip seperti ketika ada orang yang menyikutmu.
Setiap saat elektron dalam atom neon menjadi tenang lagi, itu mengeluarkan foton cahaya, hampir seperti helaan nafas. Ketika foton mengenai mata kita, kita melihat merah.
Gas-gas lain mengeluarkan warna berbeda ketika mengalami gejolak. Sebagai contoh, gas merkuri, yang memiliki 80 elektron dalam setiap atom, menyala biru kalau terjadi gejolak.
Perbedaan antara cahaya merah dan adalah soal energinya. Foton yang dilepaskan oleh atom-atom merkuri lebih energetik daripada yang dikeluarkan atom-atom neon. Gas sodium, yang digunakan di beberapa lampu jalan, mengeluarkan cahaya kuning terang, yang memiliki lebih banyak energi daripada merah, tetapi kurang dari biru.
Saat arus mengalir melewati lampu neon, beberapa atom menjadi gejolak sementaralainnya kembali normal. Atom-atom itu sendiri sangat mirip lampu-lampu kecil, berkedip nyala padam. Tetapi karena jumlahnya sangat banyak, gas itu tampaknya menyala terus menerus. Ketika lampu neon dipadamkan, gas neon menjadi kembali seperti semula yang tanpa warna.
Sumber : Baca-baca
wach wach wach,maksih nich ka..
saya jadi tahu..
iya,,sama2..
keep blogging..
Leave Comments Here.